Kisah seorang bapak yang bekerja sebagai "bridgemaster", pekerjaan yang tidak terlalu sulit. Hanya menaik-turunkan tuas agar jembatan dapat naik dan turun. Jika jembatan dinaikkan pertanda kapal sedang lewat, jika diturunkan pertanda kereta api sedang melewati jembatan tersebut.
Bapak ini mempunyai seorang anak satu satunya yang sangat dikasihi dengan segenap jiwanya. Anaknya sangat senang melihat kereta api, maka suatu hari, anak bapak ini mengunjungi bapaknya
dan bapaknya membiarkan anaknya melihat lihat tempat kerjanya.
Anaknya sedang memancing di sekitar tempat kerja ayahnya, dan ayahnya sedang bekerja. Ayahnya melihat anaknya yang dikasihinya sedang memancing dengan gembira menunggu kereta api lewat.
Saat itu, ada telepon bahwa kapal akan lewat, maka tuas diangkat dan jembatanpun naik ke atas.
Setelah itu, ayahnya meninggalkan tempat kerjanya sebentar.
Tetapi disaat ayahnya meninggalkan tempat kerjanya, ada suara kereta dari kejauhan, anak bapak itu sudah mendengar dan melihat asap kereta tersebut. Segeralah ia berteriak, memanggil ayahnya. Tak ada jawaban dari ayahnya, ayahnya tidak mendengar suara anaknya. Kereta apipun sudah semakin terdengar, pertanda semakin dekat kereta tersebut, ayahnya tak kunjung datang. Akhirnya anak tersebut berusaha menurunkan tuas dengan sendirinya tetapi bukan tuas yang biasanya ayahnya gunakan untuk menaik-turunkan jembatan, tetapi tuas manual yang dekat di gerigi roda pemutar jembatan.
Anaknya berusaha mencoba, tak lama kemudian ayahnya kembali ke tempat kerjanya.. Diapun melihat ada kereta api yang inguin lewat, dengan segera ia akan menurunkan tuas tersebut. Tetapi dia tidak melihat anaknya, dia menjadi panik, saat mencari dan menemukan anaknya ada di dekat gergi roda pemutar jembatan, dia semakin panik.. Dia memanggil anaknya, tetapi tak lama kemudian, anaknya terjatuh, anaknya terjepit di gerigi roda tersebut.
Jika tuas dinaikkan, sudah pasti anak itu akan terjepit dan meninggal, tapi jika tuas tidak dinaikkan, maka seluruh penumpang di kereta api tersebut akan meninggal. SEBUAH PILIHAN YANG SANGAT SULIT BAGI BAPAK ITU... MENYELAMATKAN ATAU MERELAKAN ANAKNYA DEMI PENUMPANG KERETA ???
Perlahan dengan penyesalan yang sangat besar, ia menangis, ia bimbang, akhirnya pilihan ini harus diputuskan.. Bapak ini memilih untuk menyelamatkan seluruh penumpang di dalam kereta itu.. Ia menaikkan tuasnya, dan... anaknya terjepit dan meninggal...
Sesaat kemudian setelah kereta api lewat... bapak ini menghampiri anaknya yang telah tak bernyawa, perlahan-lahan mencium kening anaknya dengan penuh kasih sayang dan dengan hati yang sangat hancur...
Bapak ini, rela kehilangan anak satu-satunya yang sangat ia cintai demi menyelamatkan orang-orang yang ada didalam kereta api itu, yang sama sekali tidak mengetahui, bahwa saat itu juga mereka telah bebas dari kematian yang kekal....
YOU MUST SEE THE VIDEO ---> http://www.youtube.com/watch?v=_oZYi1j_Z8g


